Begitupun pertemuan antara kau dan aku, Allah mengaturnya dengan sebegitu baiknya.
Seharusnya pertemuan ini berjalan dengan baik,
Hanya saja kelalaian dari kita membuat pertemuan itu menjadi tak sebaik yang seharusnya.
Kita lalai untuk urusan yang satu ini,padahal kita berdua sudah paham ilmunya. Bagaimana mungkin??
Ah tipuan daya iblis jelas hadir diantara kita.
Kita terlena untuk urusan perasaan, meski hanya pertemuan singkat
Pertemuan singkat yang kita habiskan bersama.
Sering kali kita Berpikir pertemuan kita sudah diatur sesuai syar'i, bertemu lantaran ada keperluan, komunikasi lantaran ada hal penting, ahh lagi lagi iblis berhasil memperdaya kita.
Namun Allah adalah Dzat yang Maha Baik, melalui hati yang terdalam Dia bisik dengan bahasa cinta. Allah menegurku dengan berbagai cara.
Hafalan ku yang mulai hilang entah kemana, Sholat ku yang tak kunjung khusyuk, hatiku yang mulai tak tenang, Allaahu Rabbi...Ampuni hambamu yang Dhoif ini
Kini aku melangkah menjauh, berusaha menghindar meski ternyata tak semudah yang aku bayangkan.
Aku berusaha ikhlas namun hadirmu lagi lagi membuat hatiku kembali tak tenang.
Sulit melepaskan sosokmu, hingga akhirnya aku berada diambang kekecewaan. Aku mulai merasa kecewa entah apa penyebabnya, bahkan sosokmu sama sekali tak pernah memberikan janji janji manis untukku tapi aku kecewa. Untuk kesekian kalinya Allah menegurku bahwa berharap pada manusia hanya mendatangkan kekecewaan.
Uniknya kau pun merasakan hal yang sama, tak kau temukan ketenangan hati setelah pertemuan kemarin.
Ku beranikan diri untuk menyampaikan semua yang kurasa berharap setelah ini semua kembali membaik.
Dan kita sepakat untuk tak lagi memikirkan persoalan ini, saling melepaskan meski tak pernah mengingat.
Rabbi..
Izinkan aku terus memeluk namanya didalam doaku kepadamu, hingga semoga yang terus menggema ini kau jadikan kejutan terindah untukku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar