Jumat, 28 Juli 2017
[Surat Untuk Tuan] ---- BENAR AKU SEDANG KECEWA
Selamat malam Tuan, semoga kaupun senantiasa baik-baik saja.
Semilir angin menyampaikan kepadaku tentang cemasnya dirimu perihal aku yang sedang kecewa. Ya benar, aku sedang kecewa Tuan..
Aku memang belum ditakdirkan untuk berbagi keluh denganmu, namun kali ini aku ingin berbagi denganmu meski angin malam yang nantinya akan menyampaikan padamu perihal apa penyebab aku kecewa.
Tuan, aku mempunyai seorang sahabat yang dulunya selalu siap menjadi tempat aku berbagi, yang dulunya selalu siap saat aku susahi, selalu sedia saat aku tak tahu harus berbuat apa. Dia yang selalu tahu bagaimana diriku baik dari lebihnya aku sampai kurangnya aku dia tahu semua.
Tuan, layaknya seorang adik dan kakak seperti itulah kami berdua, dia selalu siap melindungi aku ketika ada mereka yang berusaha menggoreskan tinta hitam di hatiku.
Tapi kemudian, entah siapa yang lebih berkorban disini, aku kah atau diakah.
Tuan, aku kecewa dengan sosoknya. Meski ku tahu ini adalah bentuk pengorbanannya tapi ini membuat aku menjadi sosok orang lain.
Bolehkan jika aku berkeluh perihal dia yang menjadi orang asing untukku?
Aku tak menyukainya, ini bertolak belakang dengan kami yang dulu.
Tuan,,
Kurasa sudah cukup ceritaku tentang apa penyebab aku menjadi kecewa..
Terima kasih karena bersedia mendengarkannya meski tidak ada faedahnya sama sekali
Aku akan terus berjalan kedepan tanpa kau minta untuk aku melakukannya, karena aku tetaplah Nona yang kuat yang tidak akan terpuruk terlalu dalam perihal kekecewaan.
Aku percaya selepas ini ada kisah yang lebih menarik dari-Nya untukku.
Bisa jadi kisah itu tentang bertemunya aku dan kamu.
Selamat malam tuan, selamat memimpikan entah siapa. Aku padamu.
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Mengesankan....
BalasHapusBikin...😢
Terima kasih kang 🙏
HapusLayaknya adik dan kakak. Dia adalah org yang berdiri paling depan yang siap menjadi tamengku.
BalasHapusYa Tuan. Aku kecewa, ketika dia bercengkarama dengan yang lain, aku takut . Ketika ia tertawa dengan yang lain, aku khawatir.
Ketika ia sedih dengan org lain, aku kecewa.
😍
HapusTuan, kumohon jangan kecewakan nona. Tanpa tau waktu tanpa tau lelah dan bosan, nona tetap menantimu meski dia sadar bahwa dirinya tlah kecewa.
BalasHapusTerima kasih nona yang cantik
Hapusini non fiksi kan atau sekedar fiksi kakak. semangat selalu yaa..
BalasHapusceritanya amat menarik dan cukup, tapi perlu ditingkatkan skillnya ya
Terima kasih mas mukhofas atas kunjungannya. 😊🙏
Hapusmampir juga ya di http://taufiknoorr.blogspot.co.id
BalasHapus